Oktober 21, 2026
Raker SMUTU

Batu, 26 Juni 2026 – Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Khozin, memberikan penguatan ideologis dan strategis dalam Rapat Kerja (Raker) SMA Muhammadiyah 1 Sumenep yang berlangsung pada 25–27 Juni 2026 di Kota Batu. Kegiatan yang diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan ini mengusung tema “Dengan Kerja Kolektif dan Penuh Keikhlasan, Kita Wujudkan Sekolah Unggul dalam Iman, Ilmu, dan Amal untuk Generasi Berkemajuan” dengan semangat “Islami, Bersinergi, Berprestasi.”

Dalam arahannya, Prof. Khozin menegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah merupakan manifestasi dari gerakan Islam, gerakan dakwah, dan gerakan tajdid yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Oleh karena itu, setiap Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya sekolah, harus menjadi wahana pembinaan keislaman, dakwah amar ma’ruf nahi munkar, sekaligus kaderisasi yang berkesinambungan. Sekolah Muhammadiyah tidak hanya bertanggung jawab mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi muslim yang berakidah lurus, berakhlak mulia, berilmu, serta memiliki komitmen terhadap perjuangan Persyarikatan Muhammadiyah dan kemaslahatan umat.

Menurutnya, guru memegang amanah yang sangat mulia sebagai murabbi, mu’allim, dan muaddib. Guru bukan sekadar menyampaikan ilmu, melainkan menjadi teladan dalam akhlak, pembimbing dalam ibadah, dan pendamping dalam proses kaderisasi. Karena itu, setiap pendidik hendaknya menanamkan semangat bergerak, tergerak, dan menggerakkan, sehingga mampu melahirkan generasi yang memiliki kepemimpinan, integritas, serta semangat berdakwah. Penguatan organisasi otonom Muhammadiyah, seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah, menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter, kepemimpinan, disiplin, dan jiwa pengabdian peserta didik.

Prof. Khozin juga menekankan bahwa dakwah di lingkungan pendidikan harus dilaksanakan dengan hikmah, kebijaksanaan, dan memperhatikan kearifan budaya masyarakat tanpa mengurangi kemurnian akidah dan ibadah sesuai tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Pembiasaan ibadah seperti dzikir pagi, pembacaan Asmaul Husna, tilawah Al-Qur’an, shalawat, serta penguatan budaya salat berjamaah merupakan ikhtiar membangun lingkungan sekolah yang religius dan membentuk karakter Islami peserta didik. Seluruh aktivitas pendidikan hendaknya bernilai ibadah dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Selain menegaskan pentingnya purifikasi ajaran Islam, Prof. Khozin menjelaskan bahwa tajdid juga bermakna pembaruan dan inovasi dalam menghadapi tantangan zaman. Pembaruan harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi, pengembangan sarana dan prasarana, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan. Semangat tajdid merupakan wujud ikhtiar untuk menghadirkan pendidikan Islam yang unggul, adaptif, dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

Mengutip teori peradaban, Prof. Khozin menjelaskan bahwa kemajuan suatu bangsa lahir dari kelompok-kelompok kreatif (creative minority) yang mampu menjawab tantangan dengan inovasi. Oleh sebab itu, SMA Muhammadiyah 1 Sumenep perlu membangun distingsi sebagai identitas dan keunggulan yang membedakannya dari sekolah lain. Melalui konsep blue ocean strategy, sekolah didorong untuk menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, inovatif, dan bernilai tambah sehingga menjadi pilihan utama masyarakat sekaligus memperkuat peran Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menutup arahannya, Prof. Khozin mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Persyarikatan di lingkungan sekolah. Seluruh warga sekolah hendaknya menghindari konflik internal, mengedepankan musyawarah, serta membangun tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel sebagai bentuk amanah dalam mengelola amal usaha Muhammadiyah. Di samping itu, sekolah harus memiliki semangat belajar sepanjang hayat, terbuka terhadap perubahan, dan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar tetap mampu menjawab dinamika zaman.

Melalui Rapat Kerja ini diharapkan lahir program-program strategis yang berorientasi pada penguatan dakwah, kaderisasi, inovasi, dan mutu pendidikan. Dengan pertolongan Allah Swt., SMA Muhammadiyah 1 Sumenep diharapkan semakin kokoh sebagai sekolah Islam berkemajuan yang melahirkan generasi beriman, berilmu, beramal saleh, berakhlak mulia, serta siap menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah demi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *