Kerelaan Seorang Ibu
Bagikan yuk!

Oleh Bahrus Surur-Iyunk

Saya pernah membaca sebuah cerita yang pernah dituliskan oleh dosen IPB yang jadi inspirator Sukses-Mulia, Jamil Az-Zaini. Ia pernah bercerita tentang istrinya yang sakit. Selama beberapa hari dokter tidak bisa menjelaskan apa penyakit yang sesungguhnya diderita oleh sang isteri. Dokter hanya bisa menyarankan untuk menebus obat yang sangat mahal. Jamil Az-Zaini menyerah.

Akhirnya, ia berusaha menenangkan diri ke masjid rumah sakit. Seusai  shalat beserta sunat rawatibnya, Jamil merenung apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba, Jamil seakan diingatkan dengan sebuah peristiwa di masa kecilnya.

Saat itu, ketika tiba waktu pembayaran SPP sekolah, Jamil tidak memiliki uang. Karena rasa malu kepada teman-temannya dan telah menunggak beberapa bulan, akhirnya ia nekad mengambil uang ibunya sebesar Rp. 150,-. Ibunya yang saat itu sedang membutuhkan uang itu terkejut ketika uang itu lenyap dari laci simpanannya. Marah dan sakit hati bukan main saat itu.

Malam itu, Jamil langsung menelpon ibunya di rumah yang sedang menunggui anak-anak Jamil. Saat Jamil bertanya, “Apakah Ibu ingat peristiwa ketika Ibu kehilangan uang sebesar Rp 150,-?”

Tentu saja ingat, Anakku. Sampai sekarang hatiku masih sakit hati dengan kejadian itu”, jawab ibunya terasa masih memendam amarahnya.

Jika tahu siapa pencurinya, maukah Ibu memaafkannya?”

Lalu siapa yang mengambilnya, Nak?”, ibunya balik bertanya.

Saya sendiri Ibu. Maafin anakmu ini yang telah menyakiti hati Ibu”, jawab Jamil sembari menangis di ujung telpon.

Astaghfirullah, aku maafkan Nak jika memang engkau sendiri yang mengambilnya saat itu”, begitu ibunya membuka pintu maafnya.

satu jam kemudian, Jamil kembali ke ruang tunggu kamar ICU yang isterinya ada di dalamnya. Tidak lama duduk di sana, Jamil dipanggil oleh dokter yang menangani isterinya dan memberi tahu bahwa “Setelah dilakukan cek darah di laboratotium, kini penyakit isteri Anda sudah ditemukan. Ternyata, ada sedikit disfungsi pada pankreas isteri Anda. Dan obatnya suka ditemukan.”

keterangan dokter, Jamil langsung sujud syukur. Subhanallah wal-hamdulillah wala ilaha illa Allahu Akbar.

Mintalah maaf dan ridha kepada ibumu. Berterima kasihlah kepada ayah ibumu sebagai jalan awal menuju kesuksesanmu. Sebagai tanda bahwa kamu sudah minta maaf dan memohon kerelaannya. Tugas kalian sekarang adalah: 1. bacalah Al-Quran Surat Al-Isra’ ayat 23-24. Tulislah terjemahan di kolom komentar di bawah ini. 2. Tulislah 5 kebaikan ibumu di kolom komentar di bawah ini. Masing-masing siswa tidak boleh sama.

Jangan lupa tuliskan nama dan kelas ya…