Pak Najikh, Semangat, Merakyat dan Bermanfaat
Bagikan yuk!

Oleh Bahrus Surur-Iyunk

Kurang lebih dua tahun yang lalu, saya dihubungi oleh Pak Najikh. Beliau memerintahkan kepada saya untuk mencarikan tanah di pinggir pantai Madura, utamanya Sumenep. Mungkin  karena beliau tahu kalau saya tinggal di Sumenep.

Baru dihubungi saja sudah senang, apalagi disuruh-suruh oleh orang yang luar biasa. Hehe  Sebenarnya, anak buah beliau di Sumenep juga tidak sedikit. Tapi, ternyata saya masih dihubungi untuk keperluan pengadaan tanah.

Tidak tanggung-tanggung, beliau menyuruh cari tanah seluas 15- 20 hektar. Bagi saya itu luas tanah yang wow. Tapi, bagi beliau, tanah seluas itu ya biasa-biasa saja. Saya bersemangat. Selama beberapa hari, saya pun mulai mencari info ke banyak orang di beberapa pantai/desa di Sumenep.

Rupanya, hampir semua tanah pinggir pantai Madura sudah dikuasai oleh para penguasaha luar Madura. Masyarakat Madura ke depan, bisa jadi, sudah dikepung, kalau tidak dijajah, “orang luar”. Waktu itu, saya hanya mendapati yang sisa-sisa saja. Ada yang 5 hektaran. Ada 3 hektar dan seterusnya. Paling luas ya 5 hektar itu…

Saya menyampaikan kepada beliau apa yang sudah alami di lapangan. Karena nanggung dan terlalu kecil, maka tanah pun tidak jadi dibelinya. Padahal, sebagaimana yang disampaikan beliau sejak awal, bahwa jika dapat tanah seluas yang direncanakan, pada nantinya akan dibuat usaha yang bisa dinikmati oleh masyarakat Madura dan sekaligus membesarkan Muhammadiyah di Madura. Luar biasa, ada bisnis yang (melindungi) merakyat, tapi ujungnya tetap saja amal saleh dan dakwah.

Dua tahun sebelum pencarian tanah ini, saya juga pernah dipanggil secara khusus oleh beliau saat mengikuti acara di Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Beliau mengajak diskusi tentang Pilkada Sumenep yang akan dilaksanakan saat itu.. Rupanya, beliau memiliki pandangan khusus terhadap satu calon yang menurut beliau baik untuk memajukan Sumenep ke depan.

Menariknya, beliau tidak pernah langsung ke dunia politik praktis, meskipun semua ada pada dirinya: modal sosial, modal kapital dan modal-modal lainnya. Mungkin beliau tahu betul betapa dunia bisnis dan dunia politik praktis itu banyak pertentangannya. Tapi, saya yakin beliau kurang berkenan dengan politik praktis karena akan sangat bertentangan dengan karakter lurus beliau. Dunia bisnis tidak bisa lepas dari usaha dan kerja keras, sementara dunia politik lebih sering melintasi garis dengan jalan pintas.

Saya merasa bangga dengan beliau yang pernah mampir ke rumah saya. Saat itu, beliau hendak berangkat ke Kangean – Sapeken bersama rombongan PWM dan PWA Jawa Timur. Kebetulan, saya yang selama lima tahun menggeluti wilayah Kangean – Sapeken ditunjuk untuk jadi penunjuk jalan menemani para bapak dan ibu yang mulia saat itu.

Kunjungan yang memakan waktu kurang lebih 4 hari itu menyisakan kesan yang luar biasa. Pak Najikh yang saat itu menjabat sebagai Ketua Majelis Ekonomi PWM Jawa Timur turun langsung ke Kangean dan Sapeken. Tidak pernah membedakan diri. Ikut berdesak-desakan bersama masyarakat awam. Ikut naik perahu yang tidak besar.

Di Kangean dan Sapeken Pak Najikh bersdama rombongan PWM Jatim meng-edukasi masyarakat. Bukan hanya memberi edukasi dan sekedar pengarahan, Pak Najikh juga langsung memberdayakan dengan kemudahan modal. Nyata dan tidak canggung berkiprah di masyarakat bawah.

Rupanya, apa yang dilakukan oleh Pak Najikh itu bukan hanya di kangean dan Sapeken, tetapi di mana pun Pak Najikh hadir, di situ beliau akan memberi manfaat kepada orang yang didatanginya. Bahasa politiknya, bukan hanya ngomong dan janji kepada orang, tetapi riil memberi bantuan dan advokasi kepada masyarakat.

 

begitulah filosofi lebah. Lebah itu makan yang baik-baik saja. Saat dia hinggap di bunga ia ikut mengawinkan bunga itu agar nantinya bisa berbuah. Hingga di bebatuan, ia bisa menghasilkan madu yang sangat dibutuhkan manusia. Di manapun ia hinggap, ia akan memberikan manfaat kepada apa saja yang dihinggapi.

Berkhusnudzan kepada Allah. Orang yang meninggal di bulan Sya’ban Isnya Allah dianggap sudah cukup bekal menghadap-Nya. Dengan kebaikan yang ditebarkan Pak Najikh, Insya Allah diampuni dosanya dan di diterima amal kebaikannya. Akhirnya, mendapatkan ridha-Nya. Amin.