Bagikan yuk!

PROFIL SEKOLAH

PENDAHULUAN

SMA Muhammadiyah 1 Sumenep merupakan sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Sumenep yang posisinya di jantung Kota Sumenep, sehingga sekolah ini berada di daerah sub-urban yang masyarakatnya memiliki karakter tersendiri. Oleh karena itu, untuk mengembangkan sekolah ini diperlukan perencanaan yang lebih khusus dan komprehensif,  karena sekolah ini memiliki tantangan yang spesifik. Tantangan itu bisa diklasifikasikan menjadi dua, yaitu tantangan dari dalam dan tantangan dari luar.

Tantangan dari luar, antara lain, pertama, ketergantungan kepada ”sisa-sisa” sekolah negeri. Meski termasuk sekolah SMA swasta terbesar di Sumenep, namun pasokan siswanya masih sangat menggantungkan pada sisa-sisa siswa yang tidak diterima di sekolah negeri. Mungkin ini adalah image dan pandangan masyarakat bahwa sekolah negeri jelas lebih baik daripada sekolah swasta. Lebih mengerikan lagi, sekolah negeri seakan tidak mau tahu apakah sekolah swasta punya siswa atau tidak, karena yang dikejar adalah bagaimana mendapatkan siswa yang banyak sehingga dana Bantuan Operasional Sekolah dari Pusat pun akan melimpah. Pun, untuk menambah rombel di sekolah agar guru-gurunya tercukupi jam untuk memdapatkan dana tunjangan sertifikasi. Inilah yang namanya kesewenang-wenangan negara kepada masyarakat.

Maka, mau tidak mau sekolah SMA Muhammadiyah Sumenep harus mampu melahirkan lulusan yang siap kerja dengan bekal kecakapan hidup yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Pembelajaran SBK, misalnya, jangan lagi dititik beratkan pada masak-memasak. Tetapi, bagaimana dari sana muncul karya dan keccakapan hidup yang bisa dimanfaatkan saat ia lulus. Juga harus melahirkan para juara yang bisa menyaingi dan mengalahkan prestasi sekolah negeri, terutama dalam hal prestasi akademis. Dalam beberapa hal, sekolah ini telah mampu mengukir prestasi di bidang non-akademis –meski itu masih tidak mampu mendongkrak derajat prestisius sekolah. Dan tetap saja sekolah ini dinomorduakan. Selain itu, sekolah ini harus melahirkan para juara tingkat internasional yang bisa dilirik oleh masyarakat Sumenep.

Selain itu, sekolah harus bisa membekali siswa dengan kecakapan hidup sesuai dengan bakat minat dan kebutuhan siswa, baik melalui kegiatan Ekskul maupun kegiatan akhir di kelas XII. Seperti, Jurnalistik dan fotografi, Desain Website-Grafis, Hizbul Wathan, Teater, SMUTU Enterprener Club, Tari/olah vokal/membatik, Voly Ball, Sepak Bola/Futsal, Basket, Bulu Tangkis, Tenis Meja, Tapak Suci, Tata Boga, English Club, Halaqah Arabiyah, Halaqah Tahfidz, FIKIR, Seni musik Drumband dan Palang Merah Remaja, serta beberapa komunitas akademik.

Kedua, banyaknya dan hampir semua sekolah swasta yang mempromosikan sekolah  bebas biaya atau gratis. Mereka bahkan berani memberikan seragam dan buku kepada siswanya. Sementara itu, sekolah ini didengung-dengungkan sebagai sekolah yang mahal dan serba uang. Padahal kita sudah menekan sedemikian rupa agar masalah dana tidak membebani peserta didik, misalnya dengan tidak menaikkan SPP selama beberapa puluh tahun. Oleh karena itu, satu-satunya sekolah swasta yang memungut SPP ini harus lebih baik dalam melayani peserta didik dan stake holder-nya.

Ketiga, menjamurnya sekolah kompetitor dan digalakkannya SMK oleh pemerintah. Tahun depan akan didirikan SMK Negeri baru di kecamatan Batuan. Di sana-sini didirikan sekolah SMK, baik negeri maupun swasta, karena SMA mendapat moratorium dari Pemerintah. Artinya, masyarakat akan semakin banyak memiliki pilihan sekolah.

Keempat, SMA Muhammadiyah diisukan sebagai sekolah yang mahal. Opini ini sempat dan seringkali mengganggu warga sekolah. Dengan opini ini banyak masyarakat yang enggan bersekolah di sekolah dengan akreditasi A ini. Untuk menghamtan opini dan isu ini maka yang perlu dilakukan adalah (1) mensosialisasikan biaya yang harus dikeluarkan jika sekolah di SMA Muhammadiyah I Sumenep itu murah; (2) memberi beasiswa atau subsidi yang ditawarkan pihak sekolah, baik dari pemerintah, dana sekolah, LAZISMU atau dana zakat sertifikasi guru. Beasiswa tersebut berupa keringanan SPP, keringanan uang bakti siswa, UTS, UAS, uang buku dan LKS yang besarannya variatif; (3) meminimalisir biaya sekolah.

Ada beberapa keunggulan siswa yang diandalkan di SMA Muhammadiyah I Sumenep. Pertama, Sekolah Disiplin. Sejak dulu SMA Muhammadiyah I Sumenep terkenal dengan kedisiplinannya. Ketika sekolah lain masih sibuk menangani anak-anak yang masuk terlambat, maka SMA Muhammadiyah I Sumenep sudah tidak lagi. Sepeda motor ditertibkan. Rambut dirapikan, dan sebagainya. Jangan sampai hal ini dihilangkan atau dilupakan begitu saja. Jangan hanya mengandalkan Tim Tatib, tetapi semua harus ikut mengamankan citra sebagai “Sekolah Disiplin”.

Kedua, Sekolah Islami. Salah satu daya tarik sekolah ini adalah budaya sekolah yang islami. Misalnya, 30 menit sebelum jam pertama KBM digunakan untuk membaca Al-Quran dan shalat Dzuha di masjid sekolah, shalat dzuhur berjamaah, shalat jumat berjamaah,  shalat Ashar berjamaah, kajian Islam secara bergiliran antar kelas, kultum di waktu ashar, dan sebagainya. Darul Arqam dengan pendekatan menginap di sekolah sangat bagus dalam pembentukan karakter, meski metode dan model pelaksanaannya harus segera diinovasi dengan lebih baik. Kelas Tahfidz yang hanya berjalan 1,5 bulan di tahun ajaran 2017/2018 memberi efek yang luar biasa bagi anak dan orang tua. Tahun 2018/2019 harus lebih serius dilaksanakan dengan metode yang lebih jitu.

Ketiga, Sekolah Prestasi. Sekolah ini sebenarnya sudah terkenal dengan prestasinya yang diraih, terutama di bidang non-akademis. Hanya saja torehan prestasinya perlu ditingkatkan ke tingkat nasional dan internasional. Hal ini perlu kerja sama kita semua dengan selalu mendampingi anak-anak dalam meraih prestasi tersebut.

Keempat, Sekolah Lingkungan. SMA Muhammadiyah I Sumenep berdiri di atas tanah yang cukup luas dan memadai. Karenanya, dengan sangat leluasa warga sekolah bisa menanam dan memberikan pembelajaran lingkungan pada peserta didik. Suasana pepohonan nan rindang, hijau dan sejuk memberikan nuansa belajar yang kondusif dan menyenangkan. Membangun lingkungan yang asri dan menerapkan pendidikan lingkungan senantiasa ditekankan. Maka, adalah wajar jika sekolah ini dinobatkan sebagai sekolah Adiwiyata Kabupaten pada 2015. Dan pada tahun 2015 juga sekolah ini dinobatkan sebagai Sekolah Sehat 2015 tingkat Kabupaten dan maju ke tingkat Propinsi pada tahun 2016. Dan, Alhamdulillah, akhirnya ditetapkan sebagai Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Jawa Timur ke-4 atau Juara Harapan I. Atas dasar prestasi ini, SMA Muhammadiyah I Sumenep dipercaya betul oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep. Kita bisa membangun kerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten. Hubungn dengan berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten sangat baik. Karenanya, mari dipertahankan bersama dan dibangun kembali kebiasaan hidup bersih di sekolah. Lebih dirindangkan lagi dan menjaga bersama-sama.