Syawalan SMUTU, Saling Memaafkan Membuka Pintu Berkah

Hari Senin kemarin (17/6/2019) adalah hari bahagia bagi warga SMA Muhammadiyah I Sumenep. Setelah libur hari raya Idul fitri 1440 H selama kurang lebih dua minggu, Warga SMUTU mulai masuk kembali. Di hari pertama setelah Idul Fitri, sebagaimana yang dilakukan setiap tahun, guru, karyawan dan siswa mengadakan Syawalan. saling memaafkan dan saling mendoakan semoga apa yang telah dilakukan di Bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT.

Setelah melakukan shalat Dhuha di masjid Al-Masturah, kemudian dilanjutkan doa bersama dan tausiyah sebentar oleh Bapak Kepala Sekolah, semua guru dan karyawan berbaris berjejer di depan masjid. Para siswa pun kemudian bersalaman (sallem) kepada guru-gurunya meminta maaf dan saling memaafkan. Sebagai tanda dibukanya hati semua warga sekolah untuk saling membuka hati dan mensucikan diri.

“Ketika antara guru dan murid sudah saling memaafkan, saling membuka hati dan melapangkannya, maka dengan demikian antara keduanya telah membuka pintu datangnya berkah dari Allah. Keduanya saling mendoakan untuk kebahagiaan dan kesuksesan keduanya. Ketika seorang guru yang setiap saat memberikan ilmunya tidak terbuka hatinya dan ada rasa jengkel pada muridnya, bisa jadi hal itu akan menjadi penghalang kesuksesan si anak didik dalam mengarungi bahtera kehidupan berikutnya.” Demikian kata Bahrus Surur, M.Ag., kepala SMA Muhamamdiyah I Sumenep. Karena inilah SMUTU selalu mengadakan “syawalan” (saling memaafkan) setiap hari.